Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya

Posted: 08 Agustus 2009 in Cerpen
Tag:, , ,

Cerita ini bukan hasil karya saya, saya hanya ingin sharing cerita ini kepada netter semua.

Ini adalah cerita seorang anak(entah darimana asalnya), yang menceritakan 8 kebohongan ibunya. Menurut saya makna yang tersirat sangat dalam.  Okeh, baca cerita dibawah ini.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.


Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar”
———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Komentar
  1. diazhandsome mengatakan:

    uoohh… daleeemmm bangeettt. hiks hiks😦

  2. aldo mengatakan:

    gw pernah denger nih,, dan tetep bikin terharu walopun dah denger berkali-kali.

  3. elmoudy mengatakan:

    sangat menyentuh khususnya kebohongan kedelapan
    tapi anyway… rasanya terlalu berlebihan dengan menggunakan istilah kebohongan seorang ibu

  4. Septa mengatakan:

    patut ubtuk direnubgkan kawan…..
    thank you…

    salam

  5. nakjaDimande mengatakan:

    8 kebohongan yang hantarkan beliau ke pintu surga, InsyaAllah..

    • DebyPecundangSejati mengatakan:

      @diazHandsome : iya… dalem,
      @aldo : saya sudah baca berkali – kali makanya saya post.
      @elmoudi : iya sich,, masak bohong.
      @septa : xixixi, pake salah segala.. iya harus direnungkan
      @bundo : amin bundo…

  6. cantigi mengatakan:

    meaningful, really..

  7. eNgga mengatakan:

    boong skali kali gapapa kannn ??
    hhahw ,,
    ada apa tadi manggil2 aku ??

  8. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    Subhaanalallah, terkadang seorang Ibu, karena tulus kasih sayang kepada anaknya, rela berkorban apa saja untuk anaknya, seperti mengutamakan makanan untuk kita, bekerja hingga larut malam untuk kita. Sudahkah kita sebagai anak, menyenagkan orang tua kita, disaat mereka tua? Berbahagialah bagi yg mempunyai kesempatan itu..
    (Dewi Yana)

  9. sakurata mengatakan:

    Ibuku Sayang…masih terus berjalan
    walau tapak kaki, penuh nanah penuh darah..
    seperti udara…..

    *Ibu* Iwan Fals Mode On

  10. andif mengatakan:

    ehmm cerita yang membawa hikmah

  11. Riyanti mengatakan:

    ……………..
    ……………..
    Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

    Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

    Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
    ………………..
    ………………..
    Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.

    http://riyanti.web.id/renungan/ibunda-kenapa-engkau-menangis/#more-85

  12. Riyanti mengatakan:

    btw soal linkna, udah q pasang lama di blogq masdebiii, cb liat ulang aja, udah lm kok q pasang..^_^

    Salam sayank

  13. nanninund mengatakan:

    kalo gitu saat seperti apa Ibu bisa jujur pada kita ?
    apakah saat kita bertanya ‘siapa anak paling ganteng di dunia ini’, dia akan jujur?
    atau ketika seorang polisi mencari seorang buronan teroris di rumah ibunya, apakah si ibu itu akan rela untuk jujur ?

  14. via mengatakan:

    apik deb… :((

    kangen mama iki.. :(( goro” awakmu…

  15. hokya mengatakan:

    ibu sangat berjasa…

    saya terharu

  16. i’m really like this story ! (:

  17. gali pranoto mengatakan:

    mama ku tersayang ..
    i love you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s